Penelitian ini berangkat dari keresahan dari pemberitaan korban bencana gempa dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Gorontalo yang sangat mendramatisir derita korban bencana gempa. Teori yang diadaptasi dalam penelitian ini adalah teori Kekerasan Simbolik (Symbolic Violence) yang dikemukakan Pierre Bourdiue. Metode penelitian penelitian ini adalah kualitatif. Analisis data yang diadaptasi dalam penelitian adalah analisis framing model Robert Entman. Unit analisis yang dikaji adalah teks berita online yang ditampilkan www.suara.com dan www.serambinews.com. Hasil penelitian ini menemukan terdapat praktik komodifikasi derita korban bencana pada kedua media massa tersebut. Praktik komodifikasi diwujudkan melalui gaya pemberitaan yang bombastis dan sensasional. Penayangan gambar korban meninggal yang vulgar dan penggunaan kata-kata yang mampu menambah kesedihan korban justru ditonjolkan. Praktik semacam ini justru menandakan jurnalis dalam menulis berita hanya memakaki logika komersil saja. Sementara pemberitaan yang bermuatan ajakan untuk berempati kepada kondisi korban justru minim.
Copyrights © 2018