Abstrak: Guru merupakan ujung tombak untuk mengatasi rendahnya hasil belajar siswa. Guru sebagai disainer di kelas harus mampu mengadakan perubahan atas kebiasaan siswanya belajar. Penulis mencoba menggunakan salah satu model belajar untuk mengatasi permasalah di kelas. Di kelas VI SD Negeri Sukasari 2 dalam Pelajaran IPS siswa mengalami kesulitan memahami beberapa konsep tentang Gejala Alam di Indonesia dan Negara Tetangga. Hal ini tergambar dari rendahnya hasil ulangan umum yang rata-rata hanya mencapai 4,8, sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah di targetkan adalah 6,5. Untuk mengembangkan pemahaman, minat dan meningkatkan aktivitas belajar siswa, peneliti akan mencoba dengan model pembelajaran pertandingan permainan team atau Teams Games Tournaments (TGT). Model TGT merupakan salah satu model Cooperative Learning, menurut Michaels dalam Entin (2010:5) mengemukakan tipe TGT adalah model pembelajaran yang membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman dan sikapnya sesuai dengan kehidupannya di masyarakat sehingga dengan bekerja dan berkompetisi dapat meningkatkan motivasi ,pruduktivitas dan perolehan belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di SD Negeri Sukasari 2 Kecamatan Kaduhejo, pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Peningkatan rata-rata aktivitas siswa dalam berkelompok pada siklus 1 sebesar 50.00 % dan pada siklus ke 2 sebesar 57.56 % hal ini menunjukan bahwa aktivitas siswa dari siklus kesatu ke siklus kedua ada peningkatan sebesar 7.56 %. Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, dapat merubah aktivitas siswa menjadi lebih baik, yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar yang baik pula.Kata kunci : Pembelajaran Kooperatif, Model Teams Games Tournaments, Aktivitas dan Hasil Belajar IPS
Copyrights © 2019