Kajian ini bertujuan mengungkapkan terjadinya perdagangan antardaerah dan antarpulau di Pelabuhan Bungeng, Jeneponto. Metode yang digunakan adalah metode sejarah pada umumnya yang menjelaskan persoalan berdasarkan perspektif sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa di Pelabuhan Bungeng Jeneponto terjadi kegiatan bongkar muat barang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Nusantara. Jaringan perdagangan ini terjadi karena pelabuhan ini memiliki komoditas unggulan daerah Jeneponto, yaitu produksi garam. Sementara produksi bongkarnya pelabuhan ini juga unik, karena penduduk Jeneponto memiliki budaya makan daging kuda yang sangat tinggi, sehingga komoditi ini banyak diimpor dari daerah atau pulau lain. Dua komoditi itulah yang paling banyak dibongkar muat di pelabuhan ini. Mengimbangi bongkar muat barang tersebut, komoditi lain juga terjadi peningkatan yang cukup signifikan.
Copyrights © 2019