Penelitian ini mengkaji mengenai Arsitektur bangunan Kampung Kemasan di Gresik sebagai bukti dan wujud silang budaya masyarakat maritim. Kampung Kemasan merupakan salah satu bagian dari Kota Lama di Gresik yang memiliki ciri khas arsitektur bangunan perpaduan dari Cina dan Eropa. Fokus penelitian ini menitikberatkan pada pembahasan arsitektur bangunan yang menjadi ciri Kampung Kemasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan narasi berupa catatan dan data deskriptif yang menggambarkan kondisi atau keadaan. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis interaktif yang meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Kampung Kemasan terbentuk berawal dari kedatangan seorang pengrajin emas bernama Bak Liong. Karena profesinya tersebut wilayah tersebut disebut Kampung Kemasan. Lambat laun Kampung Kemasan menjadi tempat pemukiman para saudagar kaya baik dari Eropa, Cina, Arab maupun Bumiputera. Bangunan yang dulu dihuni hingga kini tetap lestari dan menjadi cagar budaya Gresik. Bangunan-bangunan tua tersebut memiliki ciri khas dengan seni arsitektur perpaduan antara budaya China dan Eropa maupun lokal seperti dari warna, ornamen maupun pemanfaatan fungsi bangunan.
Copyrights © 2019