Tahap eksploitasi dilakukan untuk memproduksi minyak bumi dan gas secara optimal. Tahapeksploitasi memerlukan perhitungan yang matang dimana target eksploitasi harus memiliki kualitasreservoir yang baik. Kualitas reservoir dicerminkan oleh besarnya rasio antara porositas danpermeabilitas. Batuan reservoir dengan kualitas yang baik memiliki rasio permeabilitas yang besar danporositas yang besar pula. Selain rasio permeabilitas dan porositas, parameter lain yang dapatmemengaruhi kualitas reservoir adalah kandungan mineral lempung di dalam suatu batuan. Nilaikandungan mineral lempung ini diperoleh dari data X-Ray Diffraction (XRD). Namun ketersediaandata permeabilitas dan data XRD terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini akan memberikan cerminanparameter elastis yang dapat menjadi indikator kualitas reservoir. Penelitian ini dilakukan denganmenggunakan data set batupasir Formasi Cibulakan Bawah, Cekungan Jawa Barat Utara denganmetode pemodelan fisika batuan, yaitu model Nur dan model Pride. Untuk dapat melakukanpemodelan ini, diperlukan nilai modulus elastis mineral (Kmin dan μmin) yang diperoleh dari pendekatanHashin-Shtrikman rata-rata, Dvorkin dan Krief. Hasil penelitian menunjukkan nilai Kmin = 16,5 GPadan μmin = 23,5 GPa. Parameter elastis hasil pemodelan Nur, yaitu Ø/(1-(μdry/μmin)) berkorelasi baikdengan permeabilitas, sedangkan pada model Pride menunjukkan hasil yang kurang baik. Kandunganmineral lempung sangat berpengaruh terhadap kualitas reservoir dimana semakin besar kandunganmineral lempung maka kualitas reservoir semakin buruk. Karena keterbatasan data fraksi mineral,maka dalam penelitian dicari parameter yang sebanding dengan fraksi mineral lempung, yaitu .Parameter Ø/(1-(μdry/μmin)) dan berbanding terbalik sehingga kedua parameter tersebut dapatdikombinasikan menjadi satu parameter yang mengindikasikan kualitas reservoir, yaitu [].
Copyrights © 2019