Artikel ini bertujan untuk menentukan pengaruh berbagai variabel organisasional (konflik, hambatan karir, keterasingan, beban kerja berlebihan, dan lingkungan kerja yang tidak menyenangkan) dan variabel kepribadian (neuroticism, extraversion, keterbukaan, agreeableness, dan conscientiousness) terhadap stres kerja di antara para rnanajer yang bekerja pada sektor elektronika di Malaysia serta bagaimana pengaruh tersebut bervariasi bila dihubungkan dengan jender. Analisis terhadap 285 responden menggunakan hierarchical regresion mengungkapkan bahwa empat dari lima variabel organisasional (konflik, hambatan karir, keterasingan, dan beban kerja berlebihan) memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap stres kerja. Dalam hal ciri-ciri kepribadian, neuroticism dan conscientiousness ditemukan memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap stres kerja. Sebaliknya extraversion dan agreableness memiliki pengaruh negatif secara signifikan terhadap stres kerja. jender ditemukan memoderasi pengaruh dari seluruh variabel independen terhadap stres kerja pada tingkat 0.01. Artikel ini juga membahas berbagai implikasi hasil penelitian bagi praktik manajerial dan penelitian di masa mendatang.
Copyrights © 2004