Kondisi masyarakat yang terpasung oleh kondisi geografis dan kebijakan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur transportasi menyebabkan distribusi produksi pertanian terhambat. Masyarakat mengandalkan jasa tengkulak dan peng-Ijon dalam menjual produk pertanian. Kesempatan untuk bisa mendapatkan nilai jual hasil pertanian tinggi menjadi sulit. Apa dan bagaimana potensi, kerentanan dan proses dukungan kebijakan di Desa Luworo bisa mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak dan ijon melalui kegiatan berbasis keagamaan?Untuk mengetahui persoalan tersebut kami menggunakan pendekatan SLF dengan empat variable analisis yaitu : analisis potensi dan akses sumber daya, analisa kerentanan dan kapasitas, analisa kebijakan, kelembagaan dan proses, serta melihat sejauh mana pengaruh global/pasar terhadap kerentanan masyarakat. Dari pendekatan Sustainable livelihood framework yang dikombinasi dengan pemberdayaan masyarakat yang berbasis budaya mendapatkan hasil yang sangat positif. Pendekatan keagaman mampu meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan sebaliknya pemberdayaan masyarakat mampu meningkatkan kehidupan beragama masyarakat desa Luworo.
Copyrights © 2013