Salah satu pemakaian empirik daun jati-belanda adalah sebagai obat mencret atau diare. Diketahui di dalam daun jati-belanda terkandung zat yang berperan sebagai astrigen yaitu menciutkan lapisan permukaan usus, sehingga mengurangi kepekaan sekresi yang dapat menekan peristaltik usus. Untuk mengetahui efek antidiare infus daun jati-belanda, telah dilakukan percobaan uji khasiat antidiare infus daun jati-belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) menggunakan model tikus putih yang dibuat diare dengan pemberian minyak jarak. Infus daun jati-belanda diberikan secara oral dengan dosis 60 mg, 180 mg dan 600 mg/100 g bb. satu jam sebelum pemberian minyak jarak. Sebagai pembanding positif digunakan Loperamide HC1 dengan dosis 0,12 mg/100 g bb. serta akuades sebagai kontrol negatif. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian infus dengan dosis 60 mg dan 180 mg/100 g bb. memperlihatkan efek antidiare dibandingkan dengan akuades, tetapi bila dibandingkan dengan Loperamide kedua dosis tersebut efek antidiarenya lebih kecil. Infus dosis 600 mg/100 g bb. mempunyai efek antidiare yang hampir sama dengan Loperamide. Kata kunci: Tanaman Obat, Jati-Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.), Antidiare.
Copyrights © 2001