Artikel ini menyimpulkan bahwa penafsiran sufistik al-Jilani selaras dengan prinsip tekstualitas penafsiran. Dalam proses penafsiran ishari, dialektika antara unsur tekstualitas dan spiritualitas menjadikan teks memiliki makna literal-objektif’ sekaligus signifikansi moral-spiritual. Penelitian ini menunjukan bahwa interpretasi al-Jilani bersifat literal, karena mengimani makna tekstual, sekaligus bersifat spiritual, dalam arti bahwa pemaknaan juga menjangkau singkapan spiritual. Dalam melakukan kajian ini, penulis menggunakan metode interpretatif, dengan pendekatan hermeneutika dan psikologi sufistik.
Copyrights © 2016