Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
No. 2 - Februari 2005

EXHIBITION CURATOR DALAM MEDIASI SENI RUPA KONTEMPORER DAN PERSOALANNYA

Drs. Asmudjojono lrianto, M.Sn. (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Apr 2013

Abstract

dari popularitas profesi kurator dalam praktek sen: rupa kontemporer di Barat. Namundemikian profesi kurator yang popular tersebut sesungguhnya adalah jenis kurator yanglengkapnya disebut exhibition curator atau kurator pameran. Awainya profesi kurator dalampengertian tradisi museum Barar adalah pen jaga, pencatat dan pengklasifikasi karyadanbendabendayang dikoleksi oleh museum, karena itu pekerjaan kurator biasanya terspcsialisasikan kedalam berbagai jenis ruang pamer, mulai dari museum etnografi/antropologi sampai dengankebun binatang. Selain itu ada sub-sub spesisalisasi lebih lanjut, misalnya dalam museumsejarah seni rupa, dikenal spesialisasi berdasarkan rentang waktu, gaya dan daerah tertentu.Profesi kurator seperti yang diuraikan dikenal sebagai kurator museum. Terjadi perubahanbesar dalam kerja kurasi sejalan dengan perubahan dan perkembangan seni rupa kotemporer.Dalam konteks seni rupa kontemporer kurator lebih sibuk dengan penyelenggaraan pameran,karena itu dikenal sebagai kurator pameran kerja “ kurator pameran” ;ni, berbeda dengan“kurator museum” yang lebih terfokus pada “penanganan” koleksi yang dimiliki museum,yakni perawatan, pencatatan, pengklasifikasian dan pameran.Kurator museum pun memiliki kemampuan memamerkan, namun umumnva terbataspada koleksi museum dan spesialisasi yang dimilikinya. Sedangkan kurator pameran labihfokus dalam upaya penyelenggaraan program pameran yang umumnya lebih fokus padapraktek dan wacana seni rupa kontemporer yang sedang berlangsung. Kurator pameran adayangbeker jadi museum atau galeri, ada pula yang mandiri, disebut sebagai kurator independen.Kurator pameran yang bekerja di museum, tugasnya terutama menyusun program pamerandan merealisasikannya. Untuk itu mereka tak membatasi pada karya-karya pada karya-karyayang dikoleksi oleh museumnya, tetapi juga karya-karya yang dipinjam dari museum lain atauseniman, tak jarang mereka minta seniman untuk membuat karya baru. Sedangkan kuratorindependen, kendati awai keberadaannya dipicu oleh penentangan mereka terhadap kekuasaandan hegemoni kurator pameran di museum-museurr. besar, tetapi saat ini mereka juga kerapmenjadi guest curator di museum-museum tersebut. Selain itu kurator independen juga bekerjabagi lembaga di luar museum dan senimanyangingin menyelenggarakan pameran.

Copyrights © 2005






Journal Info

Abbrev

ars

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini bertujuan memublikasikan karya ilmiah berupa hasil penelitian, penciptaan, pengkajian, serta studi pustaka di bidang seni rupa, kriya, ...