Academica
Vol 2, No 2 (2010)

Anthropology and egalitarianism : ethnographic encounters from Monticello to Guinea-Bissau

Nasrum, Muhammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Apr 2014

Abstract

Salah satu antropolog yang paling berpengaruh dalam kurunwaktu terakhir, Clifford Geertz, mengatakan bahwa antropologi budayaadalah studi tentang orang yang tinggal di luar "tempat tinggal kita."Bagi Geertz, hal ini dimaksudkan karena antropolog mempelajari orangorangyang jauh dari dunia mereka sendiri yang mereka terima begitusaja, di mana antropologi telah memberikan sumbangsih pentingterhadap pemahaman kolektif kita mengenai kemanusiaan. Dalam erasebelumnya, era yang lebih polos, para antropolog telah menulis bukutentang " pikiran orang liar, "tentang" kehidupan seksual liar "atau"pemerintahan primitif "atau " agama primitif." Mereka menggunakanistilah-istilah - primitif atau liar - tidak dengan maksud merendahkan,tetapi untuk memberikan visi-visi alternatif tentang apa artinya menjadimanusia dalam masyarakat yang menganggap dirinya beradab. Orangorangberadab pada hari ini berharap bahwa mereka masih dekat denganalam, satu sama lain, dan kepada Tuhan. Tetapi orang-orang beradabjuga benci orang-orang liar - atau setidaknya memandang rendah atastakhayul mereka, kekumalan mereka, dan kekusutan mereka. Namun,dalam sudut pandang yang bertentangan, yang sesungguhnya liar adalahkita.

Copyrights © 2010