Kawasan Situs Sangiran yang telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia diharapkan mampu melestarikan jasa ekosistem berupa jasa kultural yang terdapat di kawasan tersebut mengingat banyaknya penemuan fosil dan artefak berharga lainnya. Kawasan Situs Sangiran juga memiliki jasa penyediaan berupa sumberdaya lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat di sekitarnya. Lahan yang dilindungi secara kultural dan dimanfaatkan oleh masyarakat memerlukan adanya evaluasi lahan untuk mengetahui potensi dan permasalahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan lahan yang terdapat di Kawasan Situs Sangiran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah evaluasi lahan menggunakan Indeks Potensi Lahan (IPL) berbasis bentuklahan yang dikaji dari sudut pandang geografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga klasifikasi potensi lahan, yaitu kelas potensi rendah 67.09% atau 13,5 km2, kelas sedang 32% atau 6,52 km2, dan kelas sangat rendah 1% atau 0.11 km2. Guna meningkatkan potensi lahan maka terdapat beberapa arahan manajemen lahan seperti optimalisasi tanaman buah dan perancangan tur wisata edukasi. Sementara untuk mengatasi permasalahannya dilakukan manajemen konservasi lahan dengan menggunakan metode vegetatif maupun mekanik.
Copyrights © 2019