JURNAL TEKNIK SIPIL ITP ISSN 2354-8452
Vol 2, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP

EFEK PEMAKAIAN PASIR LAUT SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN ASPAL PANAS (AC-BC) DENGAN PENGUJIAN MARSHALL

Ahmad Refi (Institut Teknologi Padang)



Article Info

Publish Date
13 Nov 2017

Abstract

Pasir laut sebagai salah satu jenis material agregat halus memiliki ketersediaan dalam kuantitas yang besar, namun secara kualitas masih perlu diteliti lebih lanjut terhadap struktur perkerasan jalan khususnya pada campuran panas aspal agregat lapisan AC-BC. Oleh karena itu perlu diteliti pemakaian pasir laut tersebut dan membandingkannya dengan pasir sungai dengan komposisi yang sama terhadap hasil karakteristik Marshall yang dihasilkan. Pasir laut yang digunakan bersumber dari pantai Air Tawar. Dari hasil penelitian diperoleh, agregat halus pasir sungai dengan menggunakan aspal penetrasi 60/70 kadar aspal optimum yang dihasilkan : 7,5 %, dengan Parameter Marshall yang meliputi : nilai Density (gr/cc) : 2,251, VMA(%) : 20,621 15, VFWA (%) : 73,418 65, VITM (%) : 5,482 3, Flow (mm) : 5,600 2, Stabilitas (Kg): 1214,642 800 dan Marshall Quotien (Kg/mm) : 218,621 200. Agregat halus pasir laut dengan menggunakan aspal penetrasi 60/70 kadar aspal optimum yang dihasilkan : 6,25 %, dengan parameter Marshall yang meliputi : nilai Density (gr/cc) : 2,293, VMA(%) : 17,828 15, VFWA (%) : 67,773 65, VITM (%) : 5,766 3, Flow (mm) : 5,517 2, Stabilitas (Kg): 1484,128 800 dan Marshall Quotien (Kg/mm) : 270,388 200. Setelah membandingkan nilai karakeristik Marshall antara kedua jenis agregat tersebut menunjukan hasil yang tidak jauh berbeda dan ternyata berada dalam range spesifikasi yang disyaratkan. Hal ini menunjukkan bahwa pasir laut yang bersumber dari pantai Air Tawar dapat dipakai sebagai bahan alternatif pengganti pasir sungai pada campuran panas aspal agregat (AC-BC).Kata kunci: pasir laut, karakteristik Marshall

Copyrights © 2015