JURNAL TEKNIK SIPIL ITP ISSN 2354-8452
Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil (JTS) ITP

HUBUNGAN HASIL KORELASI STRATIGRAFI BAWAH PERMUKAAN DENGAN KESTABILAN TEROWONGAN STUDI KASUS: TEROWONGAN MRT JAKARTA

Luthfi Effendi (Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada)
Teuku Faisal Fathani (Unknown)
Wahyu Wilopo (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2018

Abstract

perhitungan stabilitas terowongan, mengetahui kondisi bawah permukaan, jenis tanah dan parameternya merupakan hal yang sangat penting. Karena itu, korelasi data bor harus dilakukan sebaik mungkin agar dapat menggambarkan kondisi bawah tanah yang akurat. Penelitian ini akan menguji kestabilan terowongan MRT Jakarta stasiun bawah tanah Senayan-Istora. Berdasarkan hasil korelasi data bor, jenis tanah dibagi menjadi menjadi lima satuan tanah yang terdiri dari lempung N-SPT rendah, lanau N-SPT rendah, lanau N-SPT tinggi, pasir N-SPT rendah, dan pasir N-SPT tinggi. Tekanan muka terowongan divalidasi dengan pembacaan tekanan muka terowongan di lapangan. Secara umum metode yang paling mendekati hasil pembacaan di lapangan adalah metode COB Commisie L510. Stabilitas tubuh terowongan dihitung dengan metode Carranza-Torres, menghasilkan gaya yang paling besar 137,93 kN/m2 dari kapasitas dukung lining terowongan 726 kN/m2. Stabilitas terowongan terhadap gaya angkat menghasilkan faktor aman paling kecil sebesar 2,26 dari rekomendasi faktor aman 1,5. Hasil korelasi akan berdampak pada stabilitas terowongan, karena stabilitas terowongan didasarkan pada jenis, tebal dan kekuatan tanah di mana terowongan tersebut dibangun.Kata kunci: faktor aman, stratigrafi, terowongan

Copyrights © 2018