Yogyakarta adalah daerah yang memiliki banyak keistimewaan baik itu dari segi masyarakat, alam dan budaya. Salah satu yang paling menonjol adalah banyak terdapat peninggalan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan masih bisa dirasakan sampai saat ini. Diantaranya adalah kawasan Situs Ratu Boko yang terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada peristiwa gempa Yogyakarta tahun 2006, salah satu bangunan yang berada pada komplek Situs Ratu Boko yaitu Plaza Andrawina teridentifikasi ada retakan pada pertemuan balok dan kolom, sebagian dinding penahan tanah, serta sambungan pipa terbuka khususnya sambungan yang sejajar dengan kemiringan lereng. Pengaruh keretakan (crack) bangunan merupakan akibat dari ketidakstabilan lereng. Pada penelitian ini akan dilakukan simulasi dengan menggunakan software GeoStudio 2007 untuk mendapatkan faktor aman lereng. Simulasi yang dilakukan menggunakan tiga buah nilai PGA yaitu 0.15g, 0.25g dan 0.35g. Hasil dari simulasi memperlihatkan penurunan nilai angka aman pada lereng setelah dibebani dengan beban dinamis, dan setelah ditambah dengan perkuatan menggunakan beton bertulang sampai lapisan batuan keras nilai angka aman lereng menjadi lebih stabil dan lebih besar dari angka aman kritis yaitu 1.314, 1.210, dan 1,102 lebih besar dari angka aman kritis.Kata kunci: faktor aman, Ratu Boko, stabilitas lereng
Copyrights © 2018