Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 15, No 6 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan

MEMPELAJARI PEMISAHAN MINYAK ATSIRI DARI DAMAR MATA KUCING DAN SIFAT FISIKO-KIMIA RESIDUNYA

Bambang Wiyono (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan)



Article Info

Publish Date
28 Aug 2017

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengisolasi  minyak atsiri dari berbagai  kualitas getah damar  mata kucing  dan  menganalisis  sifat fisiko-kimia  residunya.  Setiap  kualitas  damar  mata  kucing  disuling secara  kering  pada suhu 120 - 130 0C selama 7 jam.  Hubungan antara waktu penyulingan    dan rendemen distilat dianalisis dengan regresi linier mengikuti prosedur SAS. Sedangkan sifat fisiko- kimia residu penyulingan dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia untuk damar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa damar  berkualitas  rendah mengandung minyak atsiri  lebih tinggi dibandingkan dengan  damar berkualitas  tinggi, yang ditunjukkan oleh tingginya distilat  yang dihasilkan.  Sidik  regresi  antara waktu pemisahan minyak  dari  getah  damar  dan  rendemen  destilat adalah secara  sangat nyata untuk semua  kualitas damar,  di mana hubungannya   ditunjukkan oleh persamaan regresi dengan koefisien  sebagai berikut :Damar dengan  kualitas A      Y = 0,2375 X  + 0,057143; R = 0,886Damar dengan  kualitas B      Y =  0.176786 X - 0,121429; R =  0,923Damar  deugan  kualitas C     Y = 0,3875 X - 0,057143; R =  0,868Damar dengan  kualitas D     Y = 0,587314 X - 0,371429; R = 0,975Damar asalan  {E)                    Y =  0,591071 X  -0,1000; R = 0,880Residu penyulingan damar kualitas A, B dan C memenuhi persyaratan SNI kecuali sifat titik lunaknya. Sedangkan residu dari kualitas D dan asalan belum  memenuhi  persyaratan standar tersebut. Agar residu ini memenuhi persyaratan tersebut, bahan baku dibersihkan terlebih dahulu  dari  kotoran yang ada,  lalu disuling pada kondisi vakum dengan waktu penyulingan sekitar 2 - 3 jam.

Copyrights © 1998