Penyakralan hingga kini belum banyak berubah. Sisa-sisa masa lalu terus saja berlanjut tanpa mencoba menyelami makna tersebut. Peristiwa turun denganja/an mundur meniti tangga setelah menerima bendera pada setiap upacara 17 Agustus, memberi kesan khusus, seolah-olah tokoh sakral tidak boleh dibelakangi (dipantati). Kenyataannya, setelah penerima bendera itu sampai meniti tanah, ia lalu berbalik menghadap ke tiang bendera. tadi, membelakangi juga akhirnya.
Copyrights © 2002