Mediator
Vol 3, No 1 (2002)

Demokrasi, Otonomi Daerah, dan Sistem Perlambangan

Tanudikusumah, Djajusman (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2002

Abstract

Penyakralan hingga kini belum banyak berubah. Sisa-sisa masa lalu terus saja berlanjut tanpa mencoba menyelami makna tersebut. Peristiwa turun denganja/an mundur meniti tangga setelah menerima bendera pada setiap upacara 17 Agustus, memberi kesan khusus, seolah-olah tokoh sakral tidak boleh dibelakangi (dipantati). Kenyataannya, setelah penerima bendera itu sampai meniti tanah, ia lalu berbalik menghadap ke tiang bendera. tadi, membelakangi juga akhirnya.

Copyrights © 2002