Bagaimana Kita Menjelaskan Penerapan Teknologi?Bagaimana kita menjelaskan penerapan dan penggunaan teknologi? Cukup membingungkan memang. Tapi, Dhanik Sulistyarini dan Baroroh Lestari punya kiat khusus untuk coba menjelaskannya kepada kita, pembaca. Dalam pandangan kedua penulis ini, banyak sekali model yang menjelaskan ihwal penerapan dan penggunaan teknologi, khususnya sejak 1980-an. Untuk jenis penelitian dalam penerapan teknologi, misalnya, technology acceptance model (TAM) merupakan teori yang terkenal dan digunakan sebagai model teori. TAM mampu diterapkan untuk menjangkau teknologi yang cukup canggih. Selain itu, model ini juga mampu memprediksi penggunaan teknologi dan penerapannya oleh individu. Inilah sebagian penjelasan Dhanik dan Baroroh ihwal “Pengaruh Karakteristik Teknologi dan Karakteristik Pekerjaan terhadap Penerapan ‘Collaborations Technology Internet Content Filter’,” yang kami sajikan di nomor ini.Isu-isu lingkungan hidup dan kesehatan kini banyak disajikan sebagai berita penting di halaman muka surat kabar. Mengapa berita soal lingkungan ini mendapat perlakuan istimewa, artinya tidak lagi dijadikan buntut liputan berita? Alex Sobur membahasnya dalam “Peliputan Isu Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan”. Dua tulisan tersebut mengawali perbincangan kita di antara berbagai sorotan lain yang kami hadirkan ke hadapan Anda, pembaca. Tulisan-tulisan lain dengan tema berbeda melengkapi sajian kami kali ini. Redatin Parwadi menghadirkan “Studi Pemanfaatan Ruang Publik pada Komentar ‘Opini Anda’ di RRI Pontianak”. Muthiah Umar mengangkat soal “Propaganda Feminisme dan Perubahan Sosial”. Atie Rachmiatie mengkaji “Keberadaan Radio Komunitas sebagai Eskalasi Demokratisasi Komunikasi pada Komunitas Pedesaan di Jawa Barat.”Beberapa tulisan menarik lainnya perlu pula kita simak. “Ulama dan Jawara: Studi tentang Persepsi Ulama terhadap Jawara di Menes, Banten Selatan” merupakan laporan hasil penelitian yang ditulis Karomani. Ferry Darmawan dan Saefudin meneropong isu yang beda, “Kasus Pembajakan Karya Intelektual di Indonesia”. Sementara, Karim Suryadi, mencoba memokuskan kajiannya seputar “Transformasi Loyalitas Primordial sebagai Basis Identifikasi Kepartaian: Kasus Partai Kebangkitan Bangsa dalam Pemilihan Umum 1999 dan 2004,” dan M.E. Fuady mengangkat isu “Cybercrime: Fenomena Kejahatan melalui Internet di Indonesia”.Nila Nurlimah, Ida Nuraini, dan Novi Kurnia, masing-masing membahas “Pengaruh Informasi Kesetaraan Gender pada Rubrik Swara ‘Kompas’ terhadap Persepsi Pembaca tentang Kesetaraan Gender,” “Media Pembelajaran sebagai Pembawa Pesan,” dan “Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Media Baru: Implikasi terhadap Teori Komunikasi”. Sebagai penutup, berturut-turut kami ketengahkan karya Dadi Ahmadi dan Aliyah Nuraini, yang menyoroti “Teori Penjulukan”, Manap Solihat menawarkan bahasan ihwal “Komunikasi Orang Tua dan Pembentukan Kepribadian Anak”, dan Ani Yuningsih menutup semua tema Mediator kali ini dengan mengangkat “Corporate Social Responsibility (CSR) Antara Publisitas, Citra, dan Etika dalam Profesi Public Relations”.Akhirnya, kami berharap, semua tulisan yang coba kami sajikan kepada Anda, pembaca budiman, dapat bermanfaat.PenyuntingAlex Sobur
Copyrights © 2005