Nomor SyukurAlhamdulillah, kami perlu panjatkan syukur ke hadirat Illahirabbi, sebab terbitnya Mediator edisi Volume 7 Nomor 1, Juni 2006 ini, menandai perjalanan jurnal yang sudah menginjak tahun ke-7, yang berarti kami sudah menyajikan nomor penerbitan yang ke-12. Mengapa ke-12 bukannya ke-13? Ini perlu kami jelaskan, sebab pada Volume 1, 2000, kami hanya terbit satu nomor, di penghujung tahun.Meski baru “seumur jagung,” tentu bukan tanpa kendala kalau sekarang Mediator masih bisa terbit. Semuanya mesti dilalui dengan perjuangan panjang dan tak kenal lelah. Persoalan yang kerapkali muncul adalah persoalan klasik yang sebetulnya tidak jauh beda dengan hasil pemantauan, evaluasi, dan monitoring yang dilakukan Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ditjen Dikti terhadap sejumlah jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh kalangan universitas, akademi, institut, serta sekolah tinggi, baik negeri maupun swasta. Di antara persoalan yang kami hadapi, antara lain, meliputi. Pertama, permasalahan yang menyangkut belum membudayanya publikasi karya ilmiah. Hal ini menunjukkan bahwa budaya membaca yang ditindaklanjuti dengan budaya menulis, masih rendah. Ini berarti pula, kami masih kesulitan memeroleh naskah yang layak muat. Namun, seiring dengan bergulirnya waktu, bersamaan pula dengan telah terakreditasinya jurnal ini setahun lalu, kesulitan memeroleh naskah, tidak lagi sesulit saat kami menerbitkan nomor-nomor awal.Kedua, harus pula kami akui, persoalan-persoalan yang ada kaitannya dengan kesiapan pengelola jurnal terbentur oleh kesibukan para anggota pengelola itu sendiri. Ditambah lagi, dengan pergantian struktur kepemimpinan di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Fikom Unisba), yang langsung atau tidak langsung, berimplikasi pada kelancaran pengelolaan jurnal. Bagaimanapun, secara historis, jurnal ini memang diterbitkan di bawah binaan fakultas, sehingga apa yang terjadi di fakultas akan berimbas pula pada kelancaran penerbitan. Begitulah pembaca, ada yang sedikit berbeda pada jajaran pembina jurnal kali ini. Yusuf Hamdan yang baru terpilih sebagai Dekan Fikom Unisba dan Teguh Ratmanto yang diangkat sebagai Pembantu Dekan I, Masing-masing, secara ex-officio, memang diberi amanat untuk membina jurnal ini, menggantikan pejabat terdahulu, Neni Yulianita dan O. Hasbiansyah. Karena itu, melalui penerbitan jurnal Mediator nomor ini, kami segenap pengelola menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Neni Yulianita dan O. Hasbiansyah, yang selama menjadi pembina jurnal ini, masih mencurahkan waktu, tenaga, juga biaya untuk keberlanjutan penerbitan jurnal ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Aziz Taufik Hirzi dan Maman Suherman sebagai pembina awal, di saat jurnal ini pertama kali terbit.Akhirnya, kami pun perlu menyampaikan ucapan terima kasih kepada para kontributor yang telah memberikan sumbangan pemikirannya melalui jurnal komunikasi ini.Nomor Syukur Ucapan terima kasih kami sampaikan pula secara lebih khusus kepada para penulis yang pada nomor penerbitan kali ini berkesempatan muncul ke tengah-tengah pembaca. Terima kasih kepada Abdul Firman Ashaf, Alfitri, Andrik Purwasito, Teguh Ratmanto, Engkus Kuswarno, Ani Yuningsih,Nia Kurniati Syam, Ike Junita Triwardhani, Pien Supinah, Anne Maryani, Ferry Darmawan, Mien Hidayat, Kiki Zakiah dan Muthiah Umar, Delly Mustafa, Rini Rinawati, Agus Sofyandi Kahfi, dan Rita Gani. Moga saja medium ilmiah ini, selain dapat dijadikan ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman, sekaligus juga sebagai forum silaturahim antarkita.PenyuntingAlex Sobur
Copyrights © 2006