Stroke merupakan penyakit serebrovaskuler yang terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkankerusakan neurologis. Pasien stroke pada umumnya mengalami gangguan fungsi motorik dankognitif. Terapi untuk memulihkan fungsi neurologis salah satunya dengan pemberianneuroprotektan. Neuroprotektan yang biasa digunakan yaitu pirasetam dan sitikolin. Perbaikanfungsi neurologis dapat dilihat dengan peningkatan angka GCS (Glasgow Coma Scale) padapasien stroke. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan neuroprotektansecara kombinasi dan penggunaan neuroprotektan secara tunggal dalam meningkatkan angkaGCS pada 40 pasien stroke iskemik di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak.Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan rancanganpenelitian potong lintang (cross sectional). Hasil dari penelitian ini menunjukan pasien strokeiskemik yang menggunakan terapi neuroprotektan tunggal sebanyak 20 pasien dengan hasilyang mengalami peningkatan angka GCS sebanyak 6 pasien dengan persentase 28,6% danyang tidak mengalami peningkatan angka GCS sebanyak 14 pasien dengan persentase 73,7%.Pada pasien stroke iskemik yang menggunakan terapi kombinasi sebanyak 20 pasien denganhasil yang mengalami peningkatan angka GCS sebanyak 15 pasien dengan persentase 71,4%dan yang tidak mengalami peningkatan angka GCS sebanyak 5 pasien dengan persentase26,3%. Besarnya nilai Odd Ratio (OR) yang diperoleh adalah 7,00. Artinya adalah OR > 1,yang bermakna bahwa pasien yang menerima terapi kombinasi 7,00 kali lebih besar mengalamiperubahan pada peningkatan angka GCS dibandingan pasien yang hanya menerima terapitunggal pirasetam dan sitikolin.Kata kunci: stroke iskemik, sitikolin, pirasetam, GCS (Glasgow Coma Scale)
Copyrights © 2015