Luka merupakan kerusakan fisik akibat dari terbukanya atau hancurnya kulit yangmenyebabkan ketidakseimbangan fungsi dan anatomi kulit normal. Daun sirih hijau dan minyakcengkeh merupakan bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat pada luka.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa krim kombinasi ekstrak daun sirih hijau (Piperbetle L.) dan minyak cengkeh (Syzgium aromaticum L.) konsentrasi 10% memiliki efektivitasterhadap penyembuhan luka tikus stadium II metode dressing non-debridement pada tikus. Krimdiformulasikan dalam tipe M/A dengan tiga variasi perbandingan, yaitu F1(25-75), F2(50-50)dan F3(75-25). Krim dioleskan pada luka tikus dan dikuantifikasi luas area luka denganmenggunakan program Macbiophotonic Image J untuk memperoleh nilai Area Under Curve(AUC) berdasarkan % daya penyembuhan luka dan dianalisis statistik menggunakan SPSS22.Hasil rata-rata nilai AUC F1 (1033,79% x hari), F2 (844,68% x hari) dan F3 (855,11% x hari).Krim kombinasi F1 memiliki potensi penyembuhan luka stadium II metode dressing nondebridementyang lebih baik dibandingkan dengan F2 dan F3. Hasil penelitian baik basis krimmaupun krim F1, F2 dan F3 memenuhi syarat organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat.Kata Kunci: Penyembuhan Luka, Piper betle L., Syzygium aromaticum L., Dressing, Nondebridement
Copyrights © 2019