Latar Belakang : Dalam praktiknya pemnuhan kebutuhan spiritual pada klien masing kurang dansering tidak menjadi fokus perhatian perawat, salah satunya karena faktor kurangnya pengetahuan danpelatihan mengenai asuhan keperawatan. Sebagian besar rencana perawatan didasarkan pada alatpenilaian standar, berupa instrumen pengkajian. Spirituality Well-Being Scale (SWBS) merupakaninstrumen yang telah banyak digunakan secara luas dalam berbagai penelitian mengenai spiritualitas,sedangkan instrumen Spiritual Assessment Scale (SAS) belum pernah diadaptasikan di Indonesia.Tujuan : Mengidentifikasi kesesuaian antara Spiritual Assessment Scale dan Spirituality Well-BeingScale sebagai instrumen pengukuran spiritualitas pasien rawat inap.Metode : Penelitian kuantitatif dengan jumlah responden 108 pasien rawat inap. Uji yang dilakukanadalah uji content dan construct untuk validitas dengan metode pearson product moment dan internalconsistency untuk reliabilitas dengan metode cronbach"™s alpha. Hasil : Didapatkan persentase kesesuaian antara SAS dan SWBS adalah 72,2% yang memilikikesesuaian atau persamaan pada tingkat spiritual dikedua instrumen. Uji validitas menunjukkan semuaitem pertanyaan pada kedua instrumen valid, dikarenakan r hitung r tabel. Nilai koefisiensi cronbach"™salpha instrumen SAS bernilai 0,899 dan instrumen SWBS 0,953 yang bermakna kedua instrumenreliabel.Kesimpulan : Kesesuaian antara SAS dan SWBS sebagai instrumen pengukuran spiritualitas pasienrawat inap bermakna kesesuaian sedang.Kata Kunci : Spiritual Assessment Scale (SAS), Spirituality Well-Being Scale (SWBS), instrumen,spiritualitas
Copyrights © 2019