Latar Belakang: Perawat merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan dirumah sakit, hingga saat ini masih mengalami beban kerja berat. Beban kerjaperawat merupakan unsur yang harus diperhatikan untuk mendapatkan keserasiandan produktifitas kerja yang tinggi. Ruang rawat inap penyakit dalam, paru-paru,bedah dan saraf RSUD Dokter Soedarso Pontianak mempunyai kesenjangan rasioantara perawat dengan pasien yang tidak ideal sehingga berdampak padapenerapan keselamatan pasien.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat pelaksana terhadappenerapan keselamatan pasien di ruang rawat inap Penyakit Dalam, Paru-paru,Bedah dan Saraf RSUD Dokter Soedarso Pontianak. Metodologi: Jenis Penelitian Kuantitatif dengan desain Observasional Analitikmelalui pendekatan Cross Sectional. Sampel berjumlah 62 responden yangdilakukan teknik probability sampling dengan stratified random sampling.Analisa data menggunakan uji korelasi Somers"™d dengan analisis p 0,05.Hasil: Hasil uji statistik karakteristik responden, jenis kelamin terbanyak yaituperempuan (66,1%), usia terbanyak 21-35 tahun (62,9%), pendidikan terbanyakDIII (64,5%), dan masa kerja paling banyak 5 tahun (43,5%). Data beban kerjaperawat masuk dalam kategori berat (51,6%), dan penerapan keselamatan pasiendengan kategori kurang (40,3%). Hasil uji statistik menggunakan uji korelasiSomers"™d didapatkan nilai p 0,033 (p 0,05), dengan nilai r -215.Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara beban kerja perawat pelaksanaterhadap penerapan keselamatan pasien di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam,Paru-paru, Bedah dan Saraf RSUD Dokter Soedarso Pontianak, arah korelasinegatif dengan kekuatan lemah. Diperlukan pendistribusian tenaga perawat secaraideal serta monitor dan evaluasi penerapan keselamatan pasien secara berkala.Kata Kunci : Perawat, Beban Kerja, Keselamatan Pasien.
Copyrights © 2019