Latar belakang: Obesitas pada remaja merupakan masalah yang sangatmerugikan karena dapat berlanjut hingga usia dewasa. Prevalensi remaja obesitasdi Kalimantan Barat sekitar 2.295 kasus (2,94%) dari 946,045 jiwa yangmemeriksakan diri ke pelayanan kesehatan pada tahun 2015. Penyebab obesitaspada remaja dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan akibat ketidakseimbanganantara aktivitas fisik dan kualitas tidur.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitasfisik dan kualitas tidur dengan obesitas pada remaja.Metode: Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan crosssectional. Jumlah sampel 96 orang siswa/siswi kelas VII dan VIII berusia 12-15tahun. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen yangdigunakan adalah GPAQ, PSQI, dan pengukuran IMT. Data dianalisis dengan ujikorelasi Spearman dan regresi logistik dengan metode Forward.Hasil: Siswa/siswi remaja sebagian besar memiliki IMT tidak obesitas yaitu70,8%, aktivitas fisik aktif 85,4%, dan kualitas tidur baik 61,5%. Terdapathubungan dengan korelasi lemah antara aktivitas fisik dan obesitas p = 0,002 danantara kualitas tidur dan obesitas p = 0,000. Probabilitas remaja dengan aktivitasfisik tidak aktif dan kualitas tidur yang buruk dapat mengalami obesitas sebesar83,3%.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur denganobesitas dimana aktivitas fisik remaja obesitas dalam penelitian ini cenderungtidak aktif dan memiliki kualitas tidur buruk dibandingkan dengan kebutuhanaktivitas fisik atau kualitas tidur yang direkomendasikan pada usia remaja.Kata Kunci: Remaja, Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur 1Mahasiswi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura 2Dosen Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura 3Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Pontianak
Copyrights © 2019