Latar Belakang : Hiperkolesterolemia merupakan keadaan ketika kadar kolesterol dalam darah ≥ 200mg/dl. Di Wilayah kerja UPK Puskesmas Alianyang masih banyak penderita hiperkoleterolemia yangmasih belum mengetahui tentang pengobatan komplementer untuk menurunkan kadar koleterol yangtinggi. Pengobatan komplementer hiperkoleterolemia adalah terapi bekam basah. Kandungan darahyang dikeluarkan pada saat proses pembekaman mengadung darah kotor, plak-plak, zat toksik yangmenempel pada pembuluh darah yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh termasuk kolesterol.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh terapi bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol padapenderita hiperkoleterolemia di wilayah kerja UPK Puskesmas Alianyang Kota Pontianak.Metode : Kuantitatif dengan desain Pre Eksperimen dengan rancangan One Group Pre-Test andPost-Test. Sampel menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlahresponden 14 orang. Analisis statistik penelitian ini menggunakan Uji T berpasangan dan ujiWilcoxon, dengan tingkat signifikan kolesterol total p 0,05. Kolesterol Triglyserida, HDL dan LDLdengan tingkat signifikan 0,05.Hasil : Diketahui bahwa rerata usia responden yaitu 47,29 tahun, dengan usia termuda 45 tahun danusia tertua responden 57 tahun. Rerata IMT responden yaitu 23,86 dengan IMT terendah 17 dan IMTtertinggi responden 33. Berdasarkan uji statistik uji T berpasangan Koletesrol total, triglyserida danLDL didapatkan nilai p kolesterol total p = 0,612, triglyserida p = 0,242, LDL = 0,396. Berdasarkanuji Wilcoxon HDL didapatkan hasil p = 0,71.Kata kunci : Hiperkolesterolemia, Terapi Bekam, Penurunan Kadar Kolesterol.
Copyrights © 2019