Latar Belakang : Anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) akan merasakan cemas akibatproses hukum yang dijalani, yang apabila tidak diatasi dapat menimbulkan depresi. Depresimerupakan suatu kondisi dimana manusia mengalami gangguan alam perasaan (mood) yangditandai dengan kemurungan, kelesuan, tidak adanya gairah hidup, sampai perasaan putus asa.Depresi yang terjadi pada ABH yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) belummendapatkan penanganan khusus. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk membantumengatasi depresi adalah dengan terapi tertawa. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat depresi pada anak didik diLembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II B Kabupaten Kubu Raya.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi eksperiment dengan metode pretest andposttest without control group, yang dilakukan pada 14 anak didik yang mengalami depresi.Tingkat depresi diketahui dengan mengisi kuesioner Beck Depression Inventory II (BDI-II).Hasil : Sebelum diberikan terapi diketahui tingkat depresi paling tinggi adalah depresi sedangsebanyak 57,1% dan paling rendah pada tingkat depresi berat sebanyak 7,1%, kemudian setelahdiberikan terapi diketahui tingkat depresi paling tinggi adalah depresi ringan dan normal denganmasing-masing 42,9% dan paling rendah pada tingkat depresi sedang yaitu 14,3%. Hasil ujimarginal homogeneity menunjukkan nilai p = 0,006 (0,05).Kesimpulan : Terdapat pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat depresi pada anak didik diLembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II B Kabupaten Kubu Raya. Sehinggadirekomendasikan menggunakan terapi tertawa sebagai terapi rutin.Kata Kunci : Depresi, tertawa, remaja
Copyrights © 2015