Latar Belakang : Human Imunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yangmenyerang sel-sel darah putih yang berperan pada sistem kekebalan tubuhmanusia. Permasalahan yang cenderung terjadi pada Orang dengan HIV-AIDS(ODHA) salah satunya adalah depresi. Secara tidak langsung depresi pada ODHAberdampak pada fungsi kekebalan tubuhnya dimana ditandai dengan penurunanjumlah sel T-Helper (CD4) dan kepatuhan terhadap pengobatan ARV sertamengakibatkan tekanan emosional (energi negatif) dalam tubuh. Depresi dapatdiatasi salah satunya dengan melakukan terapi SEFT. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi SEFT terhadap perubahan skor depresipada ODHA di Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong. Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan time seriesdesign. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive samplingdengan sampel sebanyak 22 responden. Instrumen penelitian menggunakankuesioner Beck Depression Inventory (BDI)-II. Analisa data menggunakan pairedt-test.Hasil : Analisa bivariat menggunakan paired t-test didapatkan nilai mean padapre test 17,32 dan post test 6,32 serta nilai p value sebesar 0.000 ( 0,05). Hasilini menunjukkan terdapat pengaruh terapi SEFT terhadap perubahan skor depresipada orang dengan HIV-AIDS (ODHA).Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha)dalam penelitian ini diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh terapiSEFT terhadap perubahan skor depresi pada ODHA di Rumah Sakit Jiwa SungaiBangkong. Terapi SEFT dapat direkomendasikan sebagai salah satu terapikomplementer dalam memberikan asuhan keperawatan pada ODHA yangmengalami depresi.Kata Kunci : ODHA, SEFT, Depresi.
Copyrights © 2015