Latar Belakang :Penyembuhan luka dapat dipengaruhi banyak faktor salah satunya nutrisi.Pemilihan nutrisi untuk ibu post sectio caesarea dipengaruhi oleh etnis dan budaya, adanyabentuk penjagaan bagi ibu dari segi budaya sehingga tidak semua makanan dapat di konsumsioleh ibu pasca melahirkan bentuk penjagaan ini disebut perilaku berpantang makanan hal inidapat membatasi asupan nutrisi untuk ibu yang nantinya akan berpengaruh terhadap prosespenyembuhan luka sectio caesarea. Tujuan : Mengetahui hubungan perilaku berpantang makanan menurut etnis di KalimantanBarat dengan skor penyembuhan luka fase proliferasi post sectio caesarea.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan kohortprospektif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 ibu post sectio caesarea. Instrumen yangdigunakan dalam penelitian ini berupa lembar kuesioner perilaku berpantang dan lembarpengkajian luka asepsis Teknik analisa menggunakan uji korelasi spearmanHasil : Hasil uji korelasi spearman menunjukan nilaip value sebesar 0,003 (p 0,05) yangberarti adanya hubungan antara perilaku berpantang makanan menurut etnis di KalimantanBarat dengan skor penyembuhan luka fase proliferasi post sectio caesarea. Nilai rata-ratapenyembuhan luka sebesar 2,06. Nilai korelasi spearman sebesar 0,416 yang menunjukankorelasi positif dengan kekuatan korelasi sedang.Kesimpulan : Adanya hubungan antara perilaku berpantang makanan menurut etnis diKalimantan Barat dengan skor penyembuhan luka fase proliferasi post sectio caesarea.Sehingga direkomendasikan untuk diberikan pendidikan kesehatan dan motivasi kepadapasien dan keluarganya tentang peran etnis dan budaya terhadap kesehatan ibu post sectiocaesarea. Kata Kunci : Perilaku Berpantang, Etnis, Skor Penyembuhan LukaReferensi : (2003-2016)
Copyrights © 2019