Latar Belakang: Hospitalisasi membuat anak menjadi cemas takut, sehingga anak tidak mudah untuk menerima tindakan keperawatan sehingga beresiko pada tertundanya regimen terapi obatoral. Terapi bermain lilin bertujuan untuk meningkatkan pemberian obat oral pada anak usiaprasekolah dengan stress hospitalisasi, memfasilitasi perawat dalam berkomunikasi verbal maupunnon verbal kepada anak, untuk memberikan pelepasan stress dan ketegangan, memungkinkanekspresi emosi dan pelepasan impuls yang dapat diterima secara sosial bagi anakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain lilin terhadappelaksanaan regimen terapi obat oral di ruang Rawat Inap Anak RSUD dr. Abdul AzizSingkawang.Metodologi Penelitian: Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan metode pendekatanPretest-Posttest Control Group Design. Sampel pada penelitian ini 28 responden terbagi menjadi14 responden pada kelompok intervensi dan 14 responden pada kelompok kontrol. Uji statistikyang digunakan T-test berpasangan.Hasil: Hasil menunjukkan dengan nilai significancy (p0,05). Nilai ini menyatakan bahwa adapengaruh terapi bermain lilin terhadap pelaksanaan regimen terapi obat oral di ruang Rawat InapAnak RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang.Kesimpulan: Ada perbedaan pelaksanaan pemberian obat oral, sebelum dan setelah pelaksanaanterapi bermain lilin. Direkomendasikan bagi perawat, terapi bermain lilin dapat diterapkan untukmemudahkan dalam pemberian tindakan keperawatan khususnya pemberian obat oral agar lebihefektif.Kata Kunci : Terapi Bermain, Lilin, Pelaksanaan Regimen Terapi, Anak Usia Prasekolah, ObatOralDaftar Pustaka : 10 (2003, 2014)
Copyrights © 2015