Latar Belakang: Penderita gagal jantung sering terbangun pada malam harikarena sesak nafas yang menyebabkan kualitas tidur pasien menurun. Hal ini akanmemperlambat pemulihan kondisi klien yang memperpanjang masa long of stay(LOS) di rumah sakit. Posisi tidur semi fowler dengan sudut 45˚ merupakan salahsatu tindakan positioning yang dipercaya dapat menekan sesak nafas, sehinggapasien dapat tidur lebih nyaman dan tidak terbangun pada malam hari. Tujuan: Mengetahui adanya pengaruh posisi tidur semi fowler 45˚ terhadapkualitas tidur pasien gagal jantung di ruang ICCU RSUD dr. Soedarso Pontianak.Metodologi: Menggunakan rancangan quasy-experimen dengan pre-post testcontrolled grup. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive samplingdengan sampel berjumlah 16 pada masing-masing kelompok. Analisis datadengan uji paired sampel t-test dan independent sampel t-test dengan nilai p ≤0,05Hasil: Karateristik responden rata-rata berusia 45-59 tahun (37,5%) dan berjeniskelamin laki-laki (81,3%). Tingkat kualitas tidur pada kelompok intervensididapatkan nilai p = 0,000 dan kelompok kontrol didapatkan nilai p = 0,184. Padaperbandingan kualitas tidur antara kelompok intervensi dan kontrol bernilai p =0,050.Kesimpulan: Terdapat perubahan kualitas tidur pasien gagal jantung setelah diberikan posisi semi fowler 45˚ pada kelompok intervensi dan tidak terdapat perubahan kualitas tidur pasien gagal jantung pada kelompok kontrol. Terdapatperbedaan antara kualitas tidur kedua kelompok yang telah diberikan posisi semifowler 45˚ sehingga posisi semi fowler 45˚ dapat dipertimbangkan untuk menjadiintervensi mandiri keperawatan dalam menangani masalah tidur pada pasien gagaljantung.Kata kunci : Semi Fowler, Kualitas Tidur Referensi : 59 (2002-2016)
Copyrights © 2015