Latar Belakang: Peran perawat dalam asuhan keperawatan adalah mencegah terjadinyakesalahan dalam pemberian terapi, mengurangi stressor dan perasaan takut akibat perlakuanintervensi medis. Intervensi keperawatan dalam mengatasi dampak hospitalisasi pada anakadalah dengan terapi bermain, dan untuk dapat terlaksananya terapi bermain yang dilakukanoleh perawat diruang rawat inap harus didasari adanya pengetahuan dan pandangan perawattentang kegiatan bermain yang akan dilakukan. Tujuan: Menganalisis persepsi perawat tentang pelaksanaan terapi bermain pada anakyang dihospitalisasi di RSUD dr Abdul Aziz Singkawang.Metode: Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dianalisisdengan menggunakan metode Miles dan Huberman. Penelitian pada 6 informan, perawatruang rawat inap anak. Hasil: didapatkan lima tema tentang pelaksanaan terapi bermain, yaitu (1) persepsi negatifterhadap anak sakit, (2) pelaksanaan asuhan keperawat anak, (3) hambatan dalampelaksanaan terapi bermain, (4) pentingnya perawatan anak saat dihospitalisasi, (5) alatpermainan edukatif dalam terapi bermain.Kesimpulan: Didapatkan lima tema dalam pembahasan analisa persepsi perawat tentangpelaksanaan terapi bermain pada anak yang mengalami hospitalisasi.Implikasi: Rumah sakit diharapkan dapat mempertimbangkan penelitian ini untuk dijadikanbahan sebagai standar kebijakan perawatan anak sakit.Kata Kunci : Persepsi, Terapi Bermain, HospitalisasiReferensi : 59 (2008-2016)
Copyrights © 2015