Kazakhstan dihadapkan pada kontestasi Rusia dan Tiongkok yangberkompetisi untuk memperoleh pengaruh dan meningkatkan keterlibatanmereka di wilayah Asia Tengah sejak tahun 1990-an. Dalam menghadapisituasi tersebut, Kazakhstan menjalankan kebijakan luar negeri hedgingyang termasuk dalam tajuk ‘multi-vector policy’. Hal ini memiliki keunikankarena Kazakhstan secara geografis merupakan negara landlocked danmemiliki hubungan historis yang dekat dengan Rusia. Pertanyaan yang diajukandalam tulisan ini adalah mengapa Kazakhstan melakukan kebijakanluar negeri hedging dalam melakukan hubungan dengan Rusia dan Tiongkokdi Asia Tengah? Tulisan ini lantas menggunakan perspektif geopolitikkewilayahan dan posisi middle power negara untuk mencari jawaban ataspertanyaan tersebut. Hasil analisis penulis menunjukkan bahwa kebijakanhedging yang dilakukan oleh Kazakhstan dengan Rusia dan Tiongkok dipengaruhioleh adanya perubahan desain kewilayahan Kazakhstan yangakhirnya memengaruhi perspektif elit sehingga memilih menjalankan kebijakanmencirikan middle power, yaitu hedging.
Copyrights © 2019