Pengembangan Inovasi Pertanian
Vol 7, No 1 (2014): Maret 2014

KINERJA PENERAPAN PASCAPANEN JAGUNG DI INDONESIA DAN DUKUNGAN KEBIJAKAN

Swastika, Dewa K.S. (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Jalan Ahmad Yani No. 70 Bogor. 16161, Telp. (0251) 8333964, Faks. (0251) 8314496)
Mayrowani, Henny (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Jalan Ahmad Yani No. 70 Bogor. 16161, Telp. (0251) 8333964, Faks. (0251) 8314496)
Rusastra, I Wayan (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Jalan Ahmad Yani No. 70 Bogor. 16161, Telp. (0251) 8333964, Faks. (0251) 8314496)



Article Info

Publish Date
14 Mar 2014

Abstract

Perkembangan industri peternakan yang sangat pesat telah meningkatkan kebutuhan pakan pabrikan yang menggunakan jagung sebagai komponen utamanya. Permasalahannya ialah pabrik pakan lebih menyukai jagung impor karena jagung dalam negeri kurang memenuhi standar mutu. Mengandalkan pasokan jagung dari impor mempunyai risiko ketergantungan pada negara lain yang berdampak negatif terhadap stabilitas industri peternakan dalam negeri. Oleh karena itu, selain meningkatkan produksi, kualitas jagung dalam negeri perlu diperbaiki dengan menerapkan penanganan pascapanen yang tepat.Tulisan ini membahas kinerja penerapan pascapanen jagung ditingkat petani dan kebijakan pendukungnya. Sampai saat ini, program pembangunan pertanian masih terkonsentrasi padaupaya peningkatan produksi. Perhatian terhadap pascapanen sangat kecil, yang tercermin dari sangat kecilnya anggaran untuk meningkatkan kinerja pascapanen jagung. Akibatnya, kehilangan hasil masih tinggi dan kualitas produk rendah. Pengetahuan petani tentang pascapanen yang terbatas dan kurangnya dukungan alsintan pascapanen menjadi kendala bagi petani dalam menerapkan teknologi pascapanen. Ironisnya, pemerintah selama periode 2006-2010 cenderung memberi bantuan mesin-mesin besar berteknologi tinggi bernilai miliaran rupiah, seperti silo yang sebenarnya belum dibutuhkan petani. Bantuan alat pemipil jagung yang sangat dibutuhkan petani justru sangat kecil. Ke depan, diperlukan perbaikan kebijakan yang berorientasi pada bantuan yang benar-benar dibutuhkan petani. Selain itu, harus ada perjanjian antara pemberi dan penerima bantuan agar alsintan bantuan dimanfaatkan sesuai perjanjian disertai sanksi yang jelas dan tegas.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

PIP

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Majalah Pengembangan Inovasi Pertanian diterbitkan empat kali per tahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Majalah ini merupakan majalah ilmiah yang memuat naskah ringkas orasi dankebijakan pertanian dalam arti luas. Tulisan dan gambar ...