ABSTRAKTulisan ini berangkat dari judul: pengaruh bahasa Arab dalam mengistinbatkan hukum. Dua pilar sangat penting dalam mempelajari ilmu usul fiqh yaitu; 1. Pembahasan tentang cara istidlal (mendeteksi dalil hukum), 2. Pembahasan tentang lafal. Pembahasan tentang istidlal sasarannya bagaimana menemukan hukum dengan mendeteksi dalil-dalil yang berkaitan dengannya. Sementara pembahasan tentang lafal titik fokusnya adalah kaedah-kaedah kebahasaan yang digunapakai dalam bahasa Arab. Sumber utama hukum Islam, al-Qur’an dan Hadis disajikan dalam bahasa Arab. Sebagai konsekuensi dari hal tersebut memahami pesan-pesan hukum dan moral dalam al-Qur’an dan hadis, para peminat usul fiqh harus mengetahui dan memahami seluk-beluk bahasa Arab dan kaedah-kaedah kebahasaan yang berkaitan dengannya. Sepanjang sejarah kaedah-kaedah kebahasaan dalam mengetahui maksud-maksud Syariat sangat diperhatikan para ulama. Tulisan ini akan menyajikan kaedah-kaedah kebahasaan yang dijadikan landasan dalam istinbat hukum, seperti; al-Umum, al-khusus, al-mutlaq, al-Muqayyad, al-Isytirak dan al-Tadaad.
Copyrights © 2013