da suatu asumsi yang mengatakan bahwa yang banyak berkembang di Indonesia, sampai dewasa ini, adalah paham teologi kehendak mutlak Tuhan (Jabarîyah) yang tak menyokong bagi peningkatan produktivitas. Oleh karena itu, kalau produktivitas dan kinerja masyarakat Indonesia terasa kurangmeningkat (termasuk kinerja hasil pembelajaran), maka pandangan teologiJabarîyahlah penyebabnya. (Nasution, 1995: 120-121).Sejalan dengan itu, ada pula suatu asumsi yang menyatakan, bahwa masyarakat pada negara-negara sedang berkembang memiliki dimensi budaya kerja yang kurang mendukung bagi peningkatan kualitas sumber daya manusianya (Mendonca & Kanungo 1990: 139). Hal itu disebabkan antara lain karena dianutnya paham yang berimplikasi fatalis (Weber, 1958).
Copyrights © 2015