Permukiman kota baru tepi air mempunyai potensi dan karakteristik yang berbeda-beda, sehingga pengembangan kawasan menonjolkan potensi serta karakteristiknya masing-masing. Untuk mengembangkan konsep yang efektif dan fungsional, maka perlu peran timbal balik yang mengharmonisasikan antara lahan daratan dan air agar keduanya dapat menciptakan ‘linkage’ atau keterhubungan. Keterhubungan ini dapat mewujudkan suatu lingkungan yang tertata dengan baik dan menghadirkan fungsi-fungsi ruang yang mewadahi kegiatan dalam kawasan, termasuk kegiatan bermukim. Secara fisik karakter khas permukiman tepi air adalah: lapis pertama bangunan kayu maksimal 2 (dua) lantai, promanade, plaza (ruang terbuka), dan dermaga. Di sisi lain potensi untuk mewujudkan citra wajah kota meliputi: view utama dari sisi sungai, gerbang kawasan dari sisi sungai, ruang publik di sisi sungai, dan titik transportasi di sisi sungai. Dalam hal ini lingkup wilayah studi representatif adalah Kota Pontianak (Kalimantan Barat).
Copyrights © 2019