Seiring dengan perkembangan metode-metode desain stabilitas struktur baja, yang saat ini tengah berkembang pesat yaitu Effective Length Method (ELM) dan Direct Analysis Method (DAM). Kedua metode ini memang mengadopsi dari standar Amerika yang mengacu pada AISC 2010 dan juga dibahas di peraturan SNI 1729:2015. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbandingan nilai stress ratio dan mengetahui metode mana yang menghasilkan profil baja yang lebih kecil. Studi perbandingan diaplikasikan pada bangunan 3 dimensi 1 lantai yaitu bangunan workshop. Pada perencanaan metode ELM menggunakan rasio kelangsingan atau K yang didapat dari nomogram setelah perhitungan GA dan GB. Metode ELM dan DAM menggunakan beban notional yang didapat dari 0.002 beban gravitasi yang bekerja. Setelah dilakukan analisis didapatkan simpulan seperti berikut : nilai ratio balok ELM sama dengan DAM, nilai ratio kolom ELM 9.60% lebih besar dari DAM, nilai ratio rafter ELM lebih kecil 0.90 % daripada DAM. Dikarenakan selisih ratio yang tidak terlalu signifikan, maka penggunaan kedua metode tersebut tidak bisa menyatakan efisiensi dari pemilihan penggunaan profil baja/dimensi.
Copyrights © 2017