Jurnal Penelitian LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) IKIP PGRI MADIUN
Vol 5, No 1 (2017)

PENERAPAN AJARAN TAMANSISWA UNTUK MENUMBUHKAN KECINTAAN ANAK TERHADAP MATEMATIKA SEJAK DINI

ISTIQOMAH ISTIQOMAH (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa)



Article Info

Publish Date
30 Jan 2017

Abstract

AbstractFor some children, mathematics learning is an annoying thing. They are afraid because they do not understand, don’t smart to count and don’t answer to teacher questions quickly. They were also sued by their parents to understand the mathematics, but they may not love it. This is why the stigma of mathematics as a scary lesson never collapse. If parents want their children can solve a math problem, then parents should motivate a love of mathematics from an early age. While the task of the teacher in the school is to develop a process of a funny mathematics learning. By instilling a love of math foundation early and applying mathematics learning fun, the children will be free. When a child in a state of independence, it will accept science easily. Ki Hadjar Dewantara constantly reiterated that education would go well if the student has the inner independent, physical independent, mind-independent and strength independent. This is consistent with the Tamansiswa educational goals is building human physical and inner and with the sublimity of mind and physical become useful members of society and responsible for the welfare of the nation and the homeland as well as people in general. AbstrakBagi sebagian anak, belajar matematika merupakan suatu hal yang membosankan.Mereka merasa takut karena merasa tidak paham materi dari guru, tidak pandai berhitung dan tidak cepat dalam menjawab pertanyaan guru.Mereka juga merasa dituntut oleh orang tua untuk mengerti matematika padahal belum tentu menyukainya.Hal inilah yang menyebabkan stigma matematika sebagai pelajaran yang menakutkan tidak pernah runtuh.Jika orangtua menginginkan anaknya bisa matematika maka orangtua harus menumbuhkan kecintaan terhadap matematika sejak dini. Sedangkan tugas guru di sekolah adalah mengembangkan proses pembelajaran matematika yang menyenangkan. Dengan menanamkan pondasi kecintaan matematika sejak dini dan menerapkan pembelajaran matematika yang menyenangkan, maka anak akan merdeka. Ketika anak dalam keadaan merdeka, maka akan mudah menerima ilmu pengetahuan. Ki Hadjar Dewantara senantiasa menegaskan bahwa pendidikan akan berjalan dengan baik jika anak didik merdeka batinnya, merdeka lahirnya, merdeka pikirannya dan merdeka tenaganya. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan tamansiswa yaitu membangun manusia lahir batinnya dan dengan keluhuran akal budi dan jasmaninya menjadi anggota masyarakat yang berguna dan bertanggungjawab atas kesejahteraan bangsa dan tanah air serta manusia pada umumnya.

Copyrights © 2017