Jurnal Neo Societal
Vol 2 (2017): Edisi April

FENOMENA PEREMPUAN KAWIN CERAI LEBIH DARI SATU KALI: Studi Di Desa Sawerigadi Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat

Sitti Herlina Weti, Hj. Suharty Roslan, dan Sarpin (Department of Sociology, Halu Oleo University, Kendari, Indonesia.)



Article Info

Publish Date
20 Apr 2017

Abstract

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah Alasan perempuan kawin cerai lebih dari satu kali di Desa Sawerigadi Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. (2) Bagaimanakah tanggapan masyarakat mengenai perempuanĀ  kawin cerai lebih dari satu kali di Desa Sawerigadi Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. Sedangkan Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara langsung dan observasi atau pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa alasan perempuan melakukan kawin cerai karena, Faktor sosial ekonominya, seperti kebutuhan sosial ekonominya tidak terpenuhi maka mereka nekat melakukan kawin cerai. Faktor psikologis karena mereka sudah trauma terhadap para suami mereka sering melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sehingga mereka memutuskan untuk melakukan kawin cerai berulang kali dan Faktor kawin cerai sudah dianggap hal biasa dalam masyarakat karena perempuan yang melakukan kawin cerai sudah tidak dianggap lagi sebagai musibah atau memalukan. Dalam Fenomena perempuan kawin cerai lebih dari satu kaliĀ  masyarakat menanggapi Ada yang menilai kurang baik karena memiliki dampak negatif ada anak-anaknya dan ada juga masyarakat yang menanggapi baik karena mereka kawin cerai demi memperjuangkan kebutuhan hidup anak-anaknya.

Copyrights © 2017