Barus yang telah dikenal jauh sebelum ekspansi/kolonialisasi Eropa di Nusantara memiliki jejak peninggalan lama berupa nisan-nisan Islam. Motif hias pohon hayat merupakan salah satu ornamen yang banyak digunakan pada nisan-nisan tersebut. Adapun pohon hayat sendiri merupakan motif hias simbolik yang bersifat universal di Nusantara. Dengan metode observasi dan komparatif, tulisan ini akan mencoba menjawab latar belakang penggunaan motif hias pohon hayat pada nisan-nisan di Barus. Setelah diperbandingkan dengan konsep-konsep pohon hayat yang berlaku di Nusantara, maka ditarik kesimpulan bahwa penggunaan motif hias pohon hayat pada nisan-nisan di Barus menunjukkan terjadinya proses pembauran budaya antara budaya pra-Islam dengan budaya Islam. Selain bersifat dekoratif, motif pohon hayat pada nisan-nisan di Barus mengandung makna simbolik kehidupan setelah kematian.
Copyrights © 2018