Syekh Yusuf merupakan seorang ulama, sufi dan khalifah tarekat serta pejuang kenamaan pada zamannya. Bukti kongkrit dari perjuangannya adalah kemenangan Raja Banten (Sultan Agung Tirtayasa) atas Belanda ketika dibantu oleh Syekh Yusuf al-Makassari. Syekh Yusuf dikenal pada empat negeri, yaitu Kesultanan Banten (Jawa Barat), Tanah Bugis (Sulawesi Selatan), Caylon (Sri Lagka) dan Cape Town (Afrika Selatan). Beliau adalah peletak dasar kehadiran komunitas Muslim di Caylon dan Afrika Selatan. Beliau dianggap sebagai bapak pada beberapa kumpulan masyarakat Islam di Afrika Selatan yang berjuang mewujudkan persatuan dan kesatuan untuk menentang penindasan dan paham adanya perbedaan kulit dan etnis. Syekh Yusuf memiliki pokok-pokok pemikiran serta pengaruh terhadap perkembangan Islam di bidang mistik. Di dalam upaya menjalankan pengajaran dan dakwah Islam melalui tasawuf, Syekh Yusuf selalu mengaitkan tasawufnya dengan aqidah Islamiah. Akidah yang benar, adalah akidah yang berdasarkan kepada ittiba’ al-Rasûl. Artinya apa yang patut diyakini oleh hamba terhadap Allah adalah sebagaimana yang telah termaktub dalam Alquran dan al-Sunnah. Keimanan kepada Allah, malaikat-Nya, kitab suci-Nya, rasul-rasul-Nya, hari qiyamat dan qada’ dan qadar-Nya, mestilah didasarkan kepada kedua rujukan dasar tersebut. Selain Alquran dan al-Sunnah, Syekh Yusuf memperincikan rukun tasawuf kepada sepuluh perkara, yaitu: Tahrid al-Tauhid, Faham al-Sima’i, Husn al-‘Ishra, Ithar al-Ithar, Tark al-Ikhtiyar, Sur’at al-Wujd, al-Kahf ‘an al-Khawâtir, Kathrat al-Safar, Tark al-Iktisab, dan Tahrîm al-Iddihâr.
Copyrights © 2019