Jurnal Sejarah dan Budaya
Vol 13, No 1 (2019)

AKTIVITAS PELESIR ORANG-ORANG EROPA DI SURABAYA MASA KOLONIAL (ABAD-20)

Wiretno Wiretno (Kementerian Agama Kanwil Jatim)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2019

Abstract

Perkembangan Surabaya sebagai kota industri dan perdagangan yang maju pada abad XX memunculkan babakan baru dalam kehidupan sosial masyarakat. Semakin maju sebuah kota, maka semakin kompleks pula kebutuhan yang harus dipenuhi. Salah satunya kebutuhan akan hiburan dan wisata atau yang disebut dengan pelesiran. Saat itu, kegiatan pelesir yang merupakan dasar dari kegiatan turisme merupakan  kegiatan yang terbatas dilakukan oleh mereka yang memiliki kelebihan uang dan waktu. Untuk melakukan perjalanan, tidak hanya memerlukan uang atau waktu, tetapi juga keberanian melihat sesuatu yang berbeda dan baru. Dengan demikian, aktivitas pelesir tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan bersenang-senang saja. Melainkan juga sebagai sebuah politik identitas yang mampu menunjukkan kelas sosial masyarakat. The growth of Surabaya as an advanced industrial and trade city in the twentieth century gave rise to a new chapter in the social life of the community. The more advanced a city is, the more complex the needs. One of them is the need for a refreshing and tourism or what is called “pleasure”. At that time, leisure activities which were the basis of tourism activities were limited activities carried out by those who had excess money and time. To travel, not only requires money or time, but also the courage to see something different and new. Thus, leisure activities are not only interpreted as fun activities. But also as an identity politics that is able to show the social class of society. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v13i12019p12

Copyrights © 2019