ABSTRAK: Waduk Wonorejo merupakan waduk yang dibangun tujuan pemanfaatan nya untuk penyedia air baku, air irigasi, pengendali banjir, dan pembangkit listrik tenaga air di Kabupaten Tulungagung. Dibalik banyaknya manfaat Bendungan juga memiliki resiko keruntuhan, keruntuhan bendungan yang sering terjadi akibat overtopping dan piping, keruntuhan tersebut dapat mengakibatkan banjir dihilirnya. Sehingga perlu adanya analisa keruntuhan bendungan (Dam Break Analysis) dengan menggunakan program HEC-RAS versi 5.0.3. Penelitian ini, melakukan simulasi keruntuhan bendungan akibat overtopping dan piping. Keruntuhan akibat overtopping merupakan penyebab keruntuhan Bendungan Wonorejo yang menimbulkan dampak paling besar dengan banjir desain PMF dengan debit QInflow sebesar 1111.381 m³/det dan menghasilkan luas genangan sebesar 1879.08 ha dengan tinggi genangan maksimum sebesar 16.14 m. Akibat dari keruntuhan Bendungan Wonorejo ini terdapat 47 desa di 9 kecamatan di bagian hilir Bendungan Wonorejo yang terkena genangan. Terdapat 226659 jiwa penduduk terkena risiko akibat dari keruntuhan Bendungan Wonorejo dan jarak Bendungan Wonorejo sampai hilir yang sejauh 24.2 km, maka Bendungan Wonorejo termasuk dalam klasifikasi bendungan dengan bahaya tingkat 4 yaitu bahaya sangat tinggi. Estimasi total kerugian yang harus ditanggung akibat banjir karena keruntuhan bendungan Wonorejo sebesar Rp 664,065,207,220. Kata Kunci: Keruntuhan Bendungan, Bendungan Wonorejo, Overtopping, Piping, HEC-RAS
Copyrights © 2019