Penelitian ini bertujuan menggali alasan mengapa keluarga militer memilih pola asuh yang diterapkan dalam keluarganya. Teori yang digunakan adalah teori dari Pierre Bourdieu mengenai Habitus dan Modal serta konsep dari Elizabeth B. Hurlock mengenai jenis pola asuh. Metode yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara Purposive Sampling, yaitu dengan informan utama dan informan tambahan. Hasilnya menunjukkan bahwa jika di dalam keluarga militer di Batalyon menerapkan pola asuh demokratis ada modifikasi dengan pola asuh otoriter, pola asuh demokratis murni dan pola asuh demokratis ada modifikasi dengan pola asuh permisif. Pola asuh yang diterapkan dipengaruhi dari habitus dan modal yang dimiliki oleh orang tua. Habitus yang dimiliki dilihat dari pengalaman individu tersebut ketika masih tinggal dengan orang tuanya. Sedangkan modal yang dimiliki ada empat yang pertama yakni modal ekonomi berupa materi, kedua yakni modal budaya berupa latar belakang pendidikan, ketiga yakni modal sosial berupa teman dalam pergaulan, keempat yakni modal simbolik berupa pangkat jabatan. Dari keempat modal itu juga mempengaruhi kesempatan sosial anak. Kata Kunci: Pola Asuh, Habitus, Modal, Kesempatan Sosial
Copyrights © 2015