Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Vol 2, No 4 (2015): September

KONSTRUKSI SOSIAL PRAKTEK MENGEMIS MASYARAKAT DESA KELAMPAYAN, KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN

115120107111029, RIZKY RAHMATILLAH (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Oct 2015

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mengenai kebiasaan mengemis yang ada pada masyarakat Desa Kelampayan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Mengemis pada masyarakat Desa Kelampayan sudah menjadi praktek turun-temurun dan berlangsung dari generasi ke generasi. Praktek mengemis yang sudah ada sejak lama pada akhirnya menjadi sebuah kebiasaan yang sangat sulit untuk dihilangkan. Tujuan penelitian ini adalah mencari tahu bagaimana praktek mengemis dapat terbentuk dan konstruksi sosial seperti apa yang kemudian membuat praktek mengemis dapat bertahan hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Selain itu penelitian ini juga menggunakan teori Konstruksi Sosial dari Peter. L. Berger. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengenai Konstruksi Sosial Praktek Mengemis Masyarakat Desa Kelampayan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa praktek mengemis di Desa Kelampayan terbentuk sekitar awal tahun 1900an diawali pasca dibangunnya kubah dan kompleks pemakaman untuk seorang wali kenamaan Kalimantan Selatan. Pemicu dari munculnya pengemis adalah karena tindakan dari seorang bangsawan kerajaan yang awalnya berziarah ke makam sang wali sembari membagikan uangnya kepada penduduk Desa Kelampayan, setelahnya apa yang dilakukan oleh si bangsawan kemudian diikuti pula oleh peziarah lain yang berkunjung ke makam sang wali di Desa Kelampayan. Maksud dan tujuan dari berbagi uang adalah untuk berbagi zakat dan sebagai sebuah penteladanan kepada karomah (kelebihan) sifat yang dimiliki oleh sang wali yang dimakamkan di Desa Kelampayan. Masyarakat Desa Kelampayan kemudian memanfaatkan hal ini dan memanifestasikan tindakan yang dilakukan para peziarah dengan mengemis. Dalam perkembangannya dari dulu hingga sekarang terdapat beberapa aspek yang membuat praktek mengemis dapat terus bertahan, diantaranya adalah karena adanya proses pembiasaan, legitimasi, dan proses sosialisasi pada keluarga maupun lingkungan. Kata Kunci : Mengemis, Tradisi, Habitualisasi, Legitimasi, Sosialisasi  

Copyrights © 2015