Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan
Vol. 6 (2019): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VI KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS

armorata) di Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar

M. Hairul Haj (Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin,)
Sri Suro Adhawati (Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin,)



Article Info

Publish Date
21 Oct 2019

Abstract

Kecamatan Polombangkeng Utara merupakan salah satu kecamatan yang memiliki potensiperikanan tangkap/darat yang cukup besar, dengan data potensi perikanan tangkap pada tahun2016 sebesar 3,827 ton. Hal ini mendorong munculnya usaha mikro penangkapan ikan betutu yangdapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan. Pemasaran dan investasi merupakankendala terbesar dalam usaha penangkapan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiberapa besar produksi dan pendapatan nelayan serta pemasaran ikan betutu. Penelitian inidilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2018. Metode yang digunakan adalahdeskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan alat bantu berupa kuisioner. Metodepengambilan sampel yang digunakan yaitu metode random sampling dengan jumlah sampelsebanyak 22 orang yang dimana 14 nelayan bubu, 6 nelayan pancing, 1 pedagang pengumpul dan1 eksportir. Analisis data yang digunakan adalah analisis keuntungan dan analisis pemasaran. Hasilpenelitian yang diperoleh yaitu keuntungan rata-rata per trip yang diperoleh nelayan bubu Rp.264.506 lebih tinggi dari keuntungan rata-rata per trip nelayan pancing Rp. 41.711, sedangkankeuntungan rata-rata per trip yang didapatkan oleh pedagang pengumpul sebesar Rp. 257.404, daneksportir sebesar Rp. 638.669. Serta Margin pemasaran tertinggi terdapat di saluran pemasaran 2pada lembaga pemasaran eksportir yaitu sebesar Rp.130.000 dan margin pemasaran terendahterdapat di saluran pemasaran 2 pada lembaga pemasaran distributor sebesar Rp. 10.000 Biayapemasaran tertinggi yang dikeluarkan oleh lembaga pemasaran terdapat di saluran pemasaran 2pada lembaga pemasaran eksportir yaitu sebesar Rp.70.000 dan biaya pemasaran terendahterdapat di saluran pemasaran 2 pada lembaga pemasaran distributor sebesar Rp. 6.000 sertatingkat efesiensi pemasaran yang paling efisien terdapat pada saluran 2 yaitu 0.027%.Kata kunci: ikan betutu, nelayan bubu dan pancing, produksi, dan pemasaran.

Copyrights © 2019