Surabaya adalah sebuah kota metropolitan yang selaluberkembang. Melalui perkembangan tersebut, kebutuhanmasyarakatnya untuk mengaktualisasikan diri mereka jugameningkat. Salah satu cara untuk mengaktualisasikan diriadalah melalui fesyen. Industri fesyen berkembang denganpesat, sehingga mendorong meningkatnya pembelianproduk-produk fesyen, dan pertumbuhan komunitas fesyen.Namun, masih belum ada tempat untuk mereka berbelanjakebutuhan fesyen terpusat di satu tempat, dan juga tempatuntuk tumbuh kembang komunitas fesyen. Perancangan“Pusat Perbelanjaan Fesyen di Surabaya” ini ditujukan untukmenjadi pusat belanja fesyen dan tempat tumbuh kembangkomunitas fesyen, khususnya di Surabaya.Dalam mendesain pusat perbelanjaan fesyen ini,ditemukan beberapa masalah arsitektur krusial yang perludiselesaikan. Masalah-masalah tersebut adalahmenghadirkan citra unik terkait sebuah fungsi yang baru,merancang fasilitas yang memadai dan mendorongkreativitas pelaku fesyen, serta menciptakan pusatperbelanjaan dengan nuansa fesyen yang kuat. Pendekatanyang dipakai untuk menyelesaikan rumusan masalah diatasadalah pendekatan simbolik. Melalui pendekatan tersebut,muncul sebuah konsep semiotika yang berkaitan denganfesyen, yaitu “everchanging but repeating”. Konsep iniditerapkan melalui bentukan bangunan, fasad dan selubungbangunan, serta penataan ruang (denah).
Copyrights © 2019