Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (Majalah Obstetri dan Ginekologi Indonesia)
Volume. 31, No. 2, April 2007

Hubungan antara interleukin-10 (IL-10) dan interferon-y (IFN-y) pada jaringan trofoblas dan sel sitotrofoblas: dengan kegagalan proses diferensiasi, invasi, dan pseudovaskulogenesis trofoblas pada patogenesis preeklampsia

K. KEMAN (Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Rumah Sakit Umum Saiful Anwar Malang)



Article Info

Publish Date
14 Oct 2016

Abstract

Tujuan: Menganalisis hubungan antara IL-10 dan IFN-γ pada jaringan trofoblas dan sel sitotrofoblas, dengan proses diferensiasi, invasi dan pseudovaskulogenesis sel sitotrofoblas, pada patogenesis preeklampsia. Rancangan/rumusan data: Studi potong lintang menggunakan sampel biopsi trofoblas plasenta dari persalinan preeklampsia ringan, preeklampsia berat dan eklampsia, dibandingkan dengan kontrol persalinan normal. Bahan dan cara kerja: Tahap I: Preparasi histokimia, imunohistokimia, isolasi sel sitotrofoblas, imunositokimia sel sitotrofoblas, uji dot blot, SDS-Page, dan Western bloting protein IL-10, IFN-γ, MMP-9, HLA-G, dan VE-Cadherin dari isolat sitotrofoblas plasenta normal, preeklampsia ringan, preeklampsia berat, dan eklampsia. Tahap II dan III: Imunohistokimia jaringan trofoblas dan ELISA untuk pengukuran IL-10, IFN-γ, HLA-G, MMP-9, dan VE-Cadherin; dari isolat sitotrofoblas plasenta normal, preeklampsia ringan, preeklampsia berat, dan eklampsia. Hasil: Distribusi IL-10, IFN-γ, HLA-G, MMP-9, dan VE-Cadherin, pada jaringan trofoblas normal = 44,80 ± 8,28 sel/μm2, 41,60 ± 4,38 sel/μm2, 43,40 ± 5,46 sel/μm2, 46,30 ± 5,08 sel/μm2, dan 28,40 ± 3,31 sel/μm2; preeklampsia ringan = 31,40 ± 2,99 sel/μm2, 25,90 ± 3,87 sel/μm2, 43,40 ± 5,46 sel/μm2, 28,60 ± 2,37 sel/μm2, dan 17,90 ± 3,11 sel/μm2; preeklampsia berat = 18,30 ± 4,40 sel/μm2, 32,10 ± 3,63 sel/μm2, 34,90 ± 3,31 sel/μm2, 22,50 ± 3,87 sel/μm2, dan 12,80 ± 1,40 sel/μm2, dan eklampsia = 12,50 ± 2,95 sel/μm2, 41,60 ± 4,38 sel/μm2, 8,70 ± 2,87 sel/μm2, 12,10 ± 2,92 sel/μm2, dan 6,50 ± 1,72 sel/μm2. Konsentrasi IL-10, IFN-γ, HLA-G, MMP-9, dan VE-Cadherin, pada isolat sitotrofoblas normal = 206,07 ± 3,55 pg/ml, 85,21 ± 0,80 pg/ml, 3,58 ± 0,25 pg/ml, 23,70 ± 0,15 pg/ml, dan 5,74 ± 0,38 pg/ml; preeklampsia ringan = 192,59 ± 6,07 pg/ml, 87,35 ± 2,27 pg/ml, 3,58 ± 0,25 pg/ml, 22,99 ± 0,43 pg/ml, dan 5,24 ± 0,34 pg/ml preeklampsia berat = 186,25 ± 9,05 pg/ml, 87,62 ± 2,66 pg/ml, 2,82 ± 0,24 pg/ml, 22,93 ± 0,17 pg/ml, dan 4,96 ± 0,32 pg/ml; dan eklampsia = 183,64 ± 3,34 pg/ml, 89,64 ± 1,94 pg/ml, 2,57 ± 0,29 pg/ml, 22,71 ± 0,58 pg/ml, dan 4,89 ± 0,52 pg/ml. Kesimpulan: Makin tinggi distribusi dan konsentrasi IL-10; makin rendah distribusi dan konsentrasi IFN-γ pada jaringan trofoblas dan sel sitotrofoblas; makin ringan penyakit preeklampsia. Makin rendah distribusi dan konsentrasi IL-10; makin tinggi distribusi dan konsentrasi IFN-γ pada jaringan trofoblas dan intrasel sitotrofoblas; makin rendah diferensiasi, invasi dan pseudovaskulogenesis sel sitotrofoblas; makin berat penyakit preeklampsia. [Maj Obstet Ginekol Indones 2007; 31-2: 92-115] Kata kunci: IL-10, IFN-γ, trofoblas, patogenesis preeklampsia

Copyrights © 2007