Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (Majalah Obstetri dan Ginekologi Indonesia)
Volume. 32, No. 1, January 2008

Inkontinensia urin pada perempuan menopause

E. SUPARMAN (Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi/ RSU Prof. Dr. R.D. Kandou Manado)
J. ROMPAS (Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi/ RSU Prof. Dr. R.D. Kandou Manado)



Article Info

Publish Date
14 Oct 2016

Abstract

Tujuan: Memperlihatkan kaitan kejadian terjadinya Inkontinensia urin pada perempuan menopause serta jenis-jenis inkontinensia yang dialaminya serta prosedur penatalaksanaannya. Tempat: Bagian Kebidanan dan Kandungan Universitas Sam Ratulangi, Rumah Sakit Umum Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado - Indonesia. Rancangan/rumusan data: Tinjauan literatur. Kesimpulan: Kejadian Inkontinensia pada perempuan menopause ter-jadi terutama karena kelemahan dari otot dasar pelvis. Di samping itu juga dipengaruhi oleh perubahan fungsi dan struktur dari kandung ke-mih dan uretra. Proses ini terutama diakibatkan oleh karena proses penuaan dari ovarium sehingga terjadi penurunan produksi estrogen. Estrogen melalui reseptor α dan β mempengaruhi uretra dan kandung kemih. Penurunannya mengakibatkan uretra menjadi kaku dan tidak elastis. Sehingga sukar untuk menutup dengan sempurna. [Maj Obstet Ginekol Indones 2007; 32-1: 48-54] Kata kunci: inkontinensia urin, menopause, estrogen, uretra, kandung kemih

Copyrights © 2008