ADMINISTRASI PUBLIK
Vol 2, No 1 (2018)

PELAYANAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN PADA PERMUKIMAN PADAT PENDUDUKKECAMATAN BENGALON KABUPATEN KUTAI TIMUR (Studi Pada Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Timur)

Irwan Irwan (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Dec 2018

Abstract

Irwan. Pelayanan Penanggulangan Kebakaran Pada Permukiman Padat Penduduk Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur (Studi Pada Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Timur). Drs. H. Maskan AF, M.Si, selaku Pembimbing I dan Dr. H. Mugni Baharuddin, MM selaku Pembimbing II Kabupaten Kutai Timur sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem pemerintaha otonomi Daerah memiliki hak, wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat Kota Samarinda sesuai peraturan perundang-undangan. Daerah Otonom merupakan kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.Tugas petugas pemadam kebakaran tak hanya sekadar memadamkan api. Seorang pemadam kebakaran juga dituntut untuk mampu melakukan pencegahan dan penyelamatan. Adanya upaya pencegahan salah satunya dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat, memberikan edukasi terkait deteksi dini terhadap potensi terjadinya kebakaran.Pada umumnya risiko bencana di Indonesia meliputi bencana gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, tanah longsor, kekeringan, angin topan, banjir dan kebakaran. Indonesia yang terdiri dari gugusan kepulauan mempunyai potensi bencana yang sangat tinggi dan juga memiliki beranekaragam jenis bencana. Kebakaran merupakan suatu kejadian dengan berbagai faktor penyebab yang dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Banyak yang memandang bencana kebakaran bukan sebagai resiko yang dapat diminimasi, melainkan sebagai musibah.Peningkatan kepadatan serta pertumbuhan penduduk yang terpusat di permukiman penduduk menyebabkan aktivitas di kawasan ini menjadi semakin tinggi. Hal ini akan menyebabkan peluang terjadinya kebakaran di kawasan permukiman penduduk menjadi lebih besar. Peningkatan pertumbuhan penduduk juga menyebabkan meningkatnya jumlah permintaan permukiman.Tingginya permintaan permukiman oleh masyarakat di permukiman penduduk yang tidak diimbangi dengan perencanaan dan penyediaan lahan permukiman yang layak, menjadikan masyarakat terpaksa menempati kawasan yang rentan terhadap bencana kebakaran sebagai tempat tinggal mereka. Akibatnya akan semakin banyak masyarakat yang terkonsentrasi menetap pada kawasan yang rentan terhadap resiko bencana kebakaran, jika terjadi kebakaran di kawasan tersebut maka probabilitas jatuhnya korban juga akan semakin besar.

Copyrights © 2018